Guru Biasa: bisa memberitahukan, --------------- Guru Baik: bisa menjelaskan, --------------- Guru Ulung: bisa memperagakan, --------------- Guru Hebat: bisa menginspirasi

Mendadak Relegius.....ala UN?

UN masih disikapi secara PANIK dengan pendekatan EKSTRASISTEM dengan, misalnya, melakukan KARANTINA, IStigotshah, Sholat Hajat dll. PADAHAL, jika kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan benar, tidak perlu kegiatan demikian. Kegiatan berdoa, menjadi biasa, setiap saat, bukan seperti MENDADAK relegius karena ada BENCANA, padahal UN hanya menguji proses belajar-mengajar yang BIASA SAJA.
DAN INI PASTI ADA"SESUATU YANG SALAH"

1 komentar:

  1. menurut saya(bakul bakso )fenomena ini menyedihkan ujian kok di anggap luarbiasa,semua orang bahkan pemerintah sampai pasang cctv dan posko pengaduan.Rupannya sudah banyak yanh lupa bahwa sebenarnya di samping kanan kiri peserta didik da maliakat pencatat.Nah jika konsep ini sudah di tanamkan pada siswa dan pelaksaan KBM dilaksanakan guru dengan baik ,kan tidak masalah.Karena anak suda biasa terlatih uji kopentensi.Saya cocok dengan pak pengawas .Trimakasih ,kunjungi blog saya ekoyulisarwono@gmail.com.

    BalasHapus